Captive Power Plant: Pengumpulan data dilakukan melalui desk research yang bersumber dari berbagai referensi, seperti Global Coal Plant Tracker and Global Oil & Gas Plant Tracker (pembaruan pada bulan January 2025), Realisasi Kapasitas dari RUKN 2025, informasi publik, dan data lainnya untuk komparasi. Verifikasi data dilakukan melalui pemetaan satelit dan GIS, serta diskusi dengan pemilik aset.
Kapasitas Solar PV: CapPV merupakan kapasitas teknis dalam GWp, A merupakan luasan area yang dapat diimplementasikan solar PV dalam satuan km2, PD merupakan power density (0.041 GWp/km2 untuk solar PV sesuai dengan NREL, 2013b), EPV merupakan pembangkitan energi dalam satuan GWh, dan PVOUT merupakan estimasi pembangkitan energi rata-rata harian dari solar PV untuk setiap 1 kWp, atau lebih dikenal sebagai capacity factor.
Kapasitas Bayu: U(z) dan U(50) merupakan kecepatan angin tahunan rata-rata pada z dan ketinggian 50 m dari hub, Capwind merupakan wind power potential capacity dalam Watt, PD merupakan power density dalam satuan W/m2, A merupakan area penempatan rotor dalam satuan m2, φ merupakan diameter dari rotor dalam m, Ewind merupakan pembangkitan energi dalam satuan Wh, dan CF merupakan capacity factor dalam % per tahun. Global Wind Atlas menyediakan pemetaan dari power density dan capacity factor sesuai dengan jenis ICE I, II, dan III. Dalam perhitungan ini, IESR menggunakan turbin jenis III karena secara tipikal umum digunan di area dengan kecepatan rendah (Lledó et al., 2019).
Panas Bumi, Hidro Energi, Biomassa, CCS/CCUS, Jaringan Transmisi, Gardu Induk, Infrastruktur Gas: Diadopsi dari ESDM One Map.